Jumat, 16 November 2018 06:20 WIB

Bentuk Museum Bioskop, Tempoa Art Digandeng Institut Kesenian Jakarta

Reporter : Ardi Putra
Kategori : Zona Berita Daerah

Foster Film milik Bioskop Harkopo Lie. Sumber: Harkopo Lie

Kajanglako, Jambi-hanya tinggal menghitung hari, Festival Budaya Bioskop Jambi segera dibuka untuk publik. Festival untuk pertama kali di Jambi ini merupakan kerjasama Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta (FSR-IKJ) dengan Tempoa Art Jambi, milik keluarga Harkopo Lie, yang dilaksanakan pada 21-30 November 2018,  bertempat di Tempoa Art Gallery, Jl. Tempoa II Jelutung No. 21, Kota Jambi.

Firman Lie, pengajar Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (FSR-IKJ), mengatakan festival budaya Bioskop ini merupakan tahapan dari kerja-kerja riset tim FSR-IKJ bersama Tempoa Art yang telah berjalan sebelumnya sampai Museum Bioskop Jambi terwujud nantinya (7/11).



Ia menambahkan, Jambi sangat beruntung karena dalam situasi industri film yang maju pesat sekarang, masih bisa kita temukan tinggalan artefak industri bioskop era 1970-an milik keluarga Harkopo Lie, yakni mulai dari media promosi, baliho, kamera proyektor, kursi-kursi, kendaraan, hingga gedung.

Diakui Harkopo Lie, meski bioskop tersebut ditutup sejak 1990-an, sebagian besar peralatannya masih tersimpan rapi di gudang Tempoa sekarang.

“Semoga kehadiran festival budaya bioskop ini menjadi sarana pembelajaran narasi tentang sejarah bioskop era 1970-1990-an dan sekaligus menjadi sarana wisata alternatif bagi masyarakat Jambi. Apatahlagi sejauh ini artefak industri bioskop belum menjadi perhatian warga masyarakat,” tambahnya.

Ket: Harkopo Lie bersama ribuan koleksi foster film Bioskop miliknya (Dok. Harkopo).

Senada hal itu, Firman Lie, mencontohkan, salah satu model yang bisa menjadi rujukan, sebutnya, seperti Museum Transportasi di Malang, yang saat ini menambah keunikan kota Malang sekaligus menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan baik domestik maupun luar negeri.  “Jadi kita berharap festival ini menjadi agenda tahunan. Tempoa sebagai fasilitator pengembangan komunitas seni dan kebudayaan Jambi secara keseluruhan dan memperkuat Jambi dalam hal pariwisata,” pungkasnya.

Festival Budaya Bioskop Jambi selama sembilan hari ini diisi beragam acara, yakni, antara lain, seminar Museum Bioskop untuk Pengembangan Budaya dan Industri Budaya Jambi dengan pembicara kunci Dr. Hilmar Farid, Direktura Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI; bersama pembicara lainnya, yakni Jumardi Putra (pemerhati Budaya Jambi); Harkopo Lie (Pemilik Tempoa Art); Indah Tjahjawulan (Dekan FSR IKJ); Yudi Amboro (Akademisi/Peneliti); dan Adityayoga (Akademisi/Praktisi Branding).

Selain itu, ada pameran artefak Tempoa; Lokakarya Melukis Baliho Bioskop; Pemutaran Film; Lokakarya Sketsa Kota dan Fotografi kuliner khas Jambi; Lokakarya Mural; dan Pameran Seni Rupa.

Ket: Program Kegiatan Festival Budaya Bioskop Jambi. (Sumber: IKJ)


Tag : #Festival Budaya Bioskop #Museum Bioskop Jambi #Tempoa Art and Gallery #Fakultas Seni Rupa #Institut Kesenian Jakarta



Berita Terbaru

  Senin, 21 Oktober 2019 12:28 WIB

Penerimaan CPNS, Merangin Dapat Jatah 243 Orang

Berita
  Senin, 21 Oktober 2019 11:16 WIB

Ungkapan Duka dari Gubenur Fachrori atas Wafatnya Wartawan Metro Jambi Janinal Abidin/Jay

Berita
  Senin, 21 Oktober 2019 11:10 WIB

Warning ASN, Wabup Mashuri: Hati-Hati Ujaran Kebencian

Berita
  Senin, 21 Oktober 2019 01:33 WIB

Hadiri Pelantikan Presiden dan Wapres di Jakarta, Ini Harapan Fachrori

Berita
  Minggu, 20 Oktober 2019 11:50 WIB

Sekda Buka Pesparani Katolik Provinsi Jambi 2019

Inforial




Berita Bisnis Ragam Zona Inforial Akademia Perspektif Oase Telusur Pustaka Jejak Sosok Ensklopedia Sudut

Profil Sejarah Redaksional Hubungi Kami Pedoman Media Siber Disclaimer

© Copyright 2017. ® www.kajanglako.com All rights reserved.