Kamis, 27 Juni 2019 11:11 WIB

Revitalisasi Area Pasar Angso Duo: Sekelumit Pengalaman

Reporter :
Kategori : Sudut

ilustrasi. pasar angso duo lama.

Oleh: Aji Najiullah Thaib*

Tahun 1990 saya pernah bertemu dengan Walikota Jambi, yang saat itu dijabat oleh H. Muhammad Sabki. Sebelum bertemu beliau, abang saya sudah memperkenalkan saya terlebih dahulu berkaitan profesi saya, sehingga waktu berjumpa Pak Sabki langsung bicara ke pokok persoalan yang akan dibahas.



Pertanyaan belio yang saya ingat ketika itu adalah, "Punya ide apa kalau Pasar Angso Duo direvitalisasi." Saya langsung tawarkan kepada beliau untuk membuat Pusat Kuliner dan Taman Hiburan Rakyat secara terpadu, mengingat lokasi Pasar Angso Duo sangat strategis.

Saat itu yang ada dalam bayangan saya membuat arena rekreasi semacam Taman Impian Jaya Ancol, bahkan konsep pengelolaannya pun hampir sama. Saya membayangkan lokasi tersebut menjadi sebuah tempat rekreasi masyarakat yang disertai kuliner, panggung hiburan, arena bermain anak-anak,  pasar kerajinan masyarakat, dan tak kalah penting tersedianya panggung pertunjukan seni tradisi maupun kontemporer.

Ide tersebut muncul karena pengalaman saya bekerja di dunia fantasi saat pertama kali didirikan sebagai disainer grafis, dan juga saat saya terlibat langsung dalam perencanaan Pulau Ayer di Kepulauan Seribu, sehingga pengalaman tersebut sedikit banyak membekas dalam memori estetik saya.

Saya katakan kepada Pak Sabki, pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembangunannya, semua dikerjakan dan dikelola oleh swasta dengan kontrak kerjasama dalam jangka waktu sesuai dengan kesepakatan. Beliau sangat tertarik, memahami apa yang saya rencanakan, dan meminta saya segera merealisasikan perencanaannya.

Sayangnya, saat itu beliau tidak bisa menyediakan pos anggaran untuk saya dalam merencanakan semua konsep tersebut, dengan sangat menyesal akhirnya saya pulang ke Jakarta. Satu Minggu di Jakarta, saya ditawari oleh seorang sahabat untuk memegang sebuah advertising yang baru dibukanya. Saya pun larut dengan pekerjaan baru tersebut.

Satu Bulan bekerja di Jakarta, Pak Sabki telepon saya, beliau mengabarkan bahwa dia sudah menyiapkan pos anggaran buat saya untuk membuat Blue Print Project, namun sayangnya saya sudah tidak bisa lagi untuk menanganinya, karena saya memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan usaha yang saya jalani.

Beliau cukup kecewa, tapi ya itulah kondisinya, padahal kalau saja waktu itu beliau bisa putuskan dan bambil resiko dengan mengatakan segera disiapkan, mungkin apa yang menjadi impiannya sudah terlaksana. Saya paham betul, beliau sangat hati-hati dalam hal ini.

Ket: Pasar Angso Duo terbaru. Sumber: Tribun Jambi.

Waktu terus bergulir. Kepemipinan kota Jambi silih berganti. Berapa bulan yang lalu sewaktu pulang ke Jambi, sekitar bulan Januari 2019, saya lihat kawasan Angso Duo yang sedang direvitalisasi, namun sayangnya konsepnya tidak berubah, tidak ada perencanaan lain untuk membuat kawasan tersebut lebih Indah dipandang mata, hanya merenovasi pisik bangunan yang ada.

Saya mencoba memandang ke arah Pasar Angso Duo di senja hari dari sudut Gentala Arasy, alangkah indahnya seandainya apa yang saya rencanakan bersama mendiang Pak Sabki terealisasi. Betapa gemerlapnya arena tersebut, dari kejauhan terlihat semaraknya lampu malam, sehingga menjadi ikon wisata rakyat di tengah Kota.

Saya juga membayangkan lalu lintas kendaraan sepanjang pinggiran sungai Batanghari, yang dibangun turap dengan rapi, sampai tembus ke wilayah daerah Danau Sipin, sehingga jalan tersebut pun bisa berfungsi untuk mengurai kemacetan jalan utama di tengah Kota, dan menjadi jalan alternatif menuju ke arah depan Istana Gubernur.

Jambi sangat membutuhkan arena wisata rakyat di tengah perkotaan, dari retribusi tempat wisata tersebut bisa menambah pendapatan daerah. Dengan dikelola secara professional oleh pihak swasta, maka perawatan semua sarana yang ada pun akan terkelola dengan baik.

Demikian pentingnya seorang pemimpin yang visioner, yang mampu merealisasikan kebutuhan pembangunan untuk kebutuhan jangka panjang, penuh dengan inovasi, kreatif dan mampu menjawab persaingan pembangunan perkotaan dengan kota-kota lain di Indonesia.

Sebagai putra asli daerah Jambi, saya sangat ingin berkontribusi terhadap pembangunan daerah, namun rupanya gayung tidak bersambut, sehingga saya hanya mampu menjadi pungguk merindukan Bulan. Semoga saja saya bisa berkontribusi lewat tulisan dan bentuk-bentuk lainnya di masa mendatang.

*Pekerja seni, berdomisili di Jakarta. Lahir di Jambi. Alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ).


Tag : #revitalisasi angso duo #kota jambi



Berita Terbaru

  Senin, 21 Oktober 2019 12:28 WIB

Penerimaan CPNS, Merangin Dapat Jatah 243 Orang

Berita
  Senin, 21 Oktober 2019 11:16 WIB

Ungkapan Duka dari Gubenur Fachrori atas Wafatnya Wartawan Metro Jambi Janinal Abidin/Jay

Berita
  Senin, 21 Oktober 2019 11:10 WIB

Warning ASN, Wabup Mashuri: Hati-Hati Ujaran Kebencian

Berita
  Senin, 21 Oktober 2019 01:33 WIB

Hadiri Pelantikan Presiden dan Wapres di Jakarta, Ini Harapan Fachrori

Berita
  Minggu, 20 Oktober 2019 11:50 WIB

Sekda Buka Pesparani Katolik Provinsi Jambi 2019

Inforial




Berita Bisnis Ragam Zona Inforial Akademia Perspektif Oase Telusur Pustaka Jejak Sosok Ensklopedia Sudut

Profil Sejarah Redaksional Hubungi Kami Pedoman Media Siber Disclaimer

© Copyright 2017. ® www.kajanglako.com All rights reserved.