Senin, 13 Januari 2020 17:58 WIB

Kapolres: Maunya Illegal Drilling "Dilegalkan"

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita Daerah

Barang bukti Illegal Drilling diamankan Polisi / foto: Hur

Kajanglako.com, Batanghari - Kabupaten Batanghari kaya akan potensi hasil buminya. Tanah dalam wilayah desa Pompa Air kecamatan Bajubang misalnya, hasil bumi di daerah tersebut patut dipertimbangkan.

Tanah di wilayah Desa Pompa Air mengandung minyak. Namun, hingga kini pengolahan minyak mentah di sana tergolong bisnis Ilegal. 



Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto, saat konferensi pers terkait penangkapan empat pelaku pengeboran minyak tanpa izin belum lama menegaskan, bahwa dirinya sangat menyayangkan kegiatan tersebut tidak dilegalkan. Menurutnya, jika dilegalkan secara resmi, otomatis PAD Kabupaten Batanghari meningkat drastis.

Lebih jauh dikatakannya, selama ini yang ditangkap hanyalah para pelakunya saja. Sementara warga yang ditangkap mempunyai tanggung jawab terhadap keluarganya.

"Maunya kegiatan Illegal Drilling dilegalkan. Kasihan melihat warga yang menjadi tumbal. Kenapa di daerah lain kegiatan yang sama bisa dilegalkan, namun di Kabupaten Batanghari masih Ilegal. Saya rasa kalau dilegalkan, pastinya lebih teratur. Sebab, dikelola oleh orang orang yang sudah berpengalaman. Tentunya, pihak Pertamina juga ikut mengolah jika betul betul resmi dilegalkan," kata Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto.

Dia menambahkan, terjadinya ledakan dan sebagainya di lapangan selama ini, berarti yang mengolah bukan ahlinya. "Kalau yang dilakukan para pelaku Illegal Drilling saat ini hanya dikerjakan secara manual. Tentunya sangat berbahaya, terjadinya ledakan dan sebagainya. Namun, jika dikerjakan oleh para ahlinya, saya yakin pengeboran minyak berjalan lancar,"ujarnya.

Disinggung apakah sudah ada koordinasi dengan Pemkab Batanghari dan Pertamina terkait hal ini? Kapolres menjelaskan, beberapa waktu lalu sudah ada disarankan untuk dilegalkan. Namun, prosesnya tidak segampang membalikkan telapak tangan. "Iya, semuanya butuh proses. Bahkan harus ada surat resmi dari Kementerian Migas. Jika dilegalkan, masyarakat yang pengangguran bisa bekerja dengan sempurna," jelasnya.

Selama status pengeboran minyak tanpa izin masih berstatus Ilegal, selama itu pula pihaknya melakukan kegiatan patroli rutin di lokasi pengeboran. "Untuk penjagaan didalam sana tetap kami lakukan. Siapapun orangnya jika terbukti melakukan aktifitas Illegal Drilling maka akan kami amankan beserta barang buktinya," tutup Kapolres. (Kjcom)


Tag : #Batanghari #Illegal Drilling #Tambang ilegal



Berita Terbaru

  Senin, 27 Januari 2020 16:41 WIB

Fachrori Ingatkan Perusahaan Utamakan K3 Bagi Pekerja

Berita
  Senin, 27 Januari 2020 15:01 WIB

Cabuli Anak Tiri, Warga Tanjung Marwo Diciduk Polisi

Berita
  Senin, 27 Januari 2020 14:50 WIB

Mantap..! Merangin Wakili Indonesia di Festival Kebudayaan Melayu Asean di Thailand

Berita
  Senin, 27 Januari 2020 14:37 WIB

Aksi Warga 12 Desa Kecamatan Mandiangin di Kantor Bupati Berakhir, Warga Akan Langsung Duduki Lahan

Berita
  Senin, 27 Januari 2020 14:25 WIB

Tinjau Pencarian Korban Tenggelam, Al Haris Ingatkan Orang Tua Agar Awasi Anak

Berita




Berita Bisnis Ragam Zona Inforial Akademia Perspektif Oase Telusur Pustaka Jejak Sosok Ensklopedia Sudut

Profil Sejarah Redaksional Hubungi Kami Pedoman Media Siber Disclaimer

© Copyright 2017. ® www.kajanglako.com All rights reserved.