Rabu, 14 Juli 2021 12:05 WIB

DP3A Sosialisasikan Hak dan Ramah Anak di SMPN 17 Sarolangun

Reporter : Riadi
Kategori : Inforial Berita Daerah Berita Pemerintahan

Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak dan seringnya terdengar kekerasan terjadi, yang meliputi kekerasan fisik, maupun kekerasan seksual dan perlakuan tidak baik dengan penyalahgunaan narkoba, menuntut pemerintah bekerja ekstra.

Terkait itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sarolangun (DP3A) Rabu (14/07) pagi mengunjungi SMP N 17 Sarolangun. Kedatangan DP3A Sarolangun memberikan sosialisasi terkait dengan hak dan keramahan anak di SMP N 17  Sarolangun, yang dinilai telah menerapkan sekolah ramah anak, dengan memberikan hak-hak anak pada sekolah.



Kasus kekerasan terhadap anak berdasarkan data DP3A Sarolangun, tahun  2017 sebesar 38 kasus, 2018 terdapat 22 kasus, 2019 terdapat 36 kasus dan di tahun 2020 terdapat  22 kasus.

Mislawati Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak pada DP3A Sarolangun memberikan pengarahan terhadap sekolah ramah anak dan pemaparan memenuhi hak-hak anak serta meningkatkan keramahan anak.

"Setiap anak wajib mendapatkan keramahan dan hak hak anak untuk didapatkan," jelas Mislawati.

Lanjut Mislawati, anak merupakan amanah dan memiliki harkat dan martabat seutuhnya dan anak wajib dilindungi oleh bangsa dan negara karena anak merupakan regenerasi bangsa, bila adanya ditemukan kekerasan terhadap anak, maka mislawati menganjurkan untuk segera melaporkan hal tersebut.

"Anak wajib dilindungi oleh negara karena merupakan regenerasi bangsa, wajib diberikan hak hak anak, bila adanya kekerasan terhadap anak segera laporkan ke kami," sebut Mislawati.

Selain itu Mislawati menjelaskan, kekerasan anak yang meliputi, kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan emosional, kekerasan seksual penyalahgunaan narkoba dan semua hal tersebut harus dihindari. Namun sebaliknya hak anak harus diberikan, seperti hak anak untuk bermain, hak anak untuk berpartisipasi, hak anak untuk mendapatkan perlakuan baik, hak anak mendapatkan hidup dengan orang tua, hak anak untuk mendapatkan tumbuh dan berkembang.

"Kita terus mengawasi setiap anak, dan setiap anak wajib mendapatkan haknya  selaku anak dan tidak mendapatkan kekerasan," sambungnya.

Mislawati menekankan terhadap semua anak siswa SMP N17 Sarolangun agar tidak mencoba dan terjerumus pada penyalahgunaan narkoba, anak wajib mendapatkan perlindungan, di antaranya hak anak untuk tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, termasuk penggunaan lem.

"Kita jangan coba coba untuk mengenal narkoba dan ngelem, itu sangat berbahaya dan dapat merusak anak serta moralnya," katanya. (Kjcom)




Berita Terbaru

  Jumat, 30 Juli 2021 16:49 WIB

Menjaga Asa Habitat Harimau Sumatra di Selatan Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Tengah Pandemi Covid 19

Perspektif
  Jumat, 30 Juli 2021 16:41 WIB

Mak Oyot dan Komunitas Daksinapati UI

Akademia
  Kamis, 29 Juli 2021 20:29 WIB

Panggilan Pertama Kejari, Mantan Kades Lidung Mangkir

Berita
  Kamis, 29 Juli 2021 12:11 WIB

H Mashuri: Merangin Raih Penghargaan KLA 2021

Berita
  Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras

Berita




Berita Bisnis Ragam Zona Inforial Akademia Perspektif Oase Telusur Pustaka Jejak Sosok Ensklopedia Sudut

Profil Sejarah Redaksional Hubungi Kami Pedoman Media Siber Disclaimer

© Copyright 2017. ® www.kajanglako.com All rights reserved.