Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah

Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sarolangun dalam razia terhadap pelaku usaha memberlakukan denda hingga Rp 1.000.000.

Parmin penjual Bakso Murni Pakde Solo yang berada di komplek pertokoan pasar atas yang dianggap telah melanggar protokol kesehatan menilai penerapan denda tersebut terlalu kejam dan keras.



Sanksi diberlakukan kepada pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak mencantumkan banner wajib gunakan masker, melayani pembeli yang tidak gunakan masker. Lalu, tidak memberlakukan jaga jarak, atau tidak menyediakan air pembersih tangan disertai tisu atau lap tangan.

Hal itu dianggap sebagai pelanggar protokol kesehatan, dan telah melanggar aturan Bupati no 70 tahun 2020 tentang disiplin dan penerapan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sarolangun.

Parmin pemilik toko Bakso Murni Pakde Solo, yang dinyatakan melanggar protokol kesehatan, sempat berdebat dengan petugas saat terjaring razia. Menurutnya, penerapan sanksi membayar denda Rp 1.000.000 dan bila tidak dibayar tempat usahanya akan disegel, dinilai pemerintah terlalu keras.

"Cobalah, Pak, kami pagi ini belum dapat pelanggan, dikenakan sanksi bayar satu juta bukanya uang sedikit. Bukannya itu terlalu keras, cobalah bayangkan dan punya perasaan," kata Parmin.

Masih katanya, "Masak iya tidak ada toleransi, tiba-tiba razia yang dibilang melanggar dikenakan sanksi bayar satu juta ini sudah terlalu keras pak".

Parmin yang mengaku tidak punya uang untuk membayar denda karena omset pemasukan penjualannya di pagi hari masih kecil. Penyegelan tempat usahanya dilakukan oleh petugas sampai ia melakukan pembayaran ke bank 9 Jambi, baru segel bisa dibuka.

Sementara Kasat Pol PP Sarolangun Riduan menjelaskan, dari 5 beberapa toko yang melanggar protokol kesehatan dua di antaranya disegel lantaran tidak membayar denda pelanggaran prokes, termasuk toko Bakso Murni Pakde Solo. Segel akan dibuka bila telah dilakukan pembayaran denda.

"Kita menerapkan aturan yang berlaku, pelanggar yang disegel akan dibuka kembali bila telah melakukan pembayaran denda sebesar Rp 1.000.000," jelas Riduan, Kasat Pol PP Sarolangun. (Kjcom)




Berita Terbaru

  Paripurna Dewan
Kamis, 23 September 2021 19:14 WIB

Paripurna DPRD: Gubernur Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait APBD Perubahan 2021

Inforial
  Kamis, 23 September 2021 19:00 WIB

Masuki Musin Hujan, Pemkab Sarolangun Siaga Bencana Hidrometrologi

Berita
  Vaksinasi Covid-19
Kamis, 23 September 2021 18:49 WIB

Upaya Kegiatan Belajar Tatap Muka, Disdik Sarolangun Ingin Tuntaskan Vaksin Bagi Siswa

Berita
  Kamis, 23 September 2021 17:39 WIB

Pemkab Merangin Raih Anugerah APE 2020 dari Kementerian PPPA RI

Inforial
  Kamis, 23 September 2021 15:22 WIB

Di Hadapan Mendikbud Ristek, Al Haris Sampaikan Komitmen Kembangkan Candi Muaro Jambi

Inforial




Berita Bisnis Ragam Zona Inforial Akademia Perspektif Oase Telusur Pustaka Jejak Sosok Ensklopedia Sudut

Profil Sejarah Redaksional Hubungi Kami Pedoman Media Siber Disclaimer

© Copyright 2017. ® www.kajanglako.com All rights reserved.