Kamis, 17 Oktober 2019 12:36 WIB

Uka Tjandrasasmita

Reporter :
Kategori : Ensklopedia

Uka Tjandrasasmita

Oleh: Bambang Budi Utomo*

Perkembangan dunia arkeologi Indonesia tidak dapat lepas kaitannya dengan tokoh-tokoh arkeologi bangsa Belanda yang pernah malang melintang di situs-situs yang mengandung tinggalan budaya masa lampau di Nusantara, terutama di Jawa dan Sumatra. Bisa dimaklumi karena pada waktu itu Nusantara masih dijajah Belanda. Keberadaan tinggalan budaya masa lampau banyak dicatat oleh para arkeolog tersebut. Bahkan, cikal bakal berdirinya Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, dirintis oleh para arkeolog Belanda tersebut Ada arkeolog yang profesional, ada yang amatir, dan ada pula yang berangkat dari kecintaannya terhadap keantikan suatu karya seni.



Dari sekian banyak yang menyatakan dirinya sebagai seorang ahli arkeologi yang tergabung dalam organisasi Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), mungkin hanya sedikit yang mengetahui siapa orang itu sebenarnya, dan apa karyanya yang “monumental”. Sebagai seorang yang memproklamirkan dirinya arkeolog, sudah seharusnya mengenal orang-orang yang berjasa tersebut, mulai dari J.L.A Brandes dari abad ke-19, sampai dengan Uka Tjandrasasmita yang pernah bertualang di Sumatra Selatan dan Jambi pada tahun 1953 bersama-sama dengan R. Soekmono, R.P. Soejono, Satyawati Suleiman, dan Boechari.

Setelah edisi sebelumnya tentang sosok J.L.A Brandes, Nicolaas Johannes Krom, Frederik David Kan Bosch, W.F. Stutterheim, Satyawati Suleman, R. Soekmono, dan R.P. Soejono,  berikut sosok peletak dasar arkeologi di Indonesia:

 

- Uka Tjandrasasmita -

Uka Tjandrasasmita lahir di Subang pada tanggal 8 Oktober 1930. Dalam bidang arkeologi karirnya dimulai pada tahun 1952 dengan bekerja di Dinas Purbakala. Sebagaimana halnya dengan Satyawati Suleiman dan R.P. Soejono, beliau berkesempatan untuk ikut dalam tim ekspedisi ke Sumatra pada tahun 1954. Dalam tim itu beliau termasuk anggota yang termuda dan masih duduk di bangku universitas. Pada tahun 1960 beliau berhasil menyelesaikan studinya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dengan mengambil spesialisasi di bidang arkeologi islam.

Sejak tahun 1960-an hingga tahun 1978 beliau menjabat sebagai Kepala Bidang Arkeologi Islam pada Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional. Kemudian sejak dibentuk Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, beliau dipercaya menjabat sebagai Direktur pada Direktorat tersebut hingga tahun 1990.

Sebagai ilmuwan di bidang arkeologi, Uka Tjandrasasmita lebih mengkhususkan diri pada tinggalan-tinggalan budaya masa pengaruh Islam di Indonesia. Di Indonesia, Uka Tjandrasasmita dikenal sebagai arkeolog yang mengkhususkan diri pada perkotaan masa Islam di Nusantara. Buku pertamanya tentang kota Islam yang beliau tulis berjudul Kota-kota Muslim di Indonesia. Keahliannya di bidang arkeologi Islam lebih diperdalam lagi setelah selesai menjabat sebagai Direktur. Sejak tahun 1990, beliau lebih banyak mengajar dan membuat penelitian/tulisan tentang arkeologi Islam.

*Bambang Budi Utomo adalah peneliti senior di Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkelologi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pelbagai karya tulisnya seputar kajian arkeologi di Nusantara, termasuk Jambi dan Palembang, terbit dalam bentuk buku, prosiding konferensi dan artikel di media cetak baik lokal maupun nasional. Pemuatan di sini seizin penulis. Tulisan tersebut semula pernah dimuat di website Pusat Arkeologi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.


Tag : #Sosok #Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia



Berita Terbaru

  Paripurna Dewan
Kamis, 23 September 2021 19:14 WIB

Paripurna DPRD: Gubernur Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait APBD Perubahan 2021

Inforial
  Kamis, 23 September 2021 19:00 WIB

Masuki Musin Hujan, Pemkab Sarolangun Siaga Bencana Hidrometrologi

Berita
  Vaksinasi Covid-19
Kamis, 23 September 2021 18:49 WIB

Upaya Kegiatan Belajar Tatap Muka, Disdik Sarolangun Ingin Tuntaskan Vaksin Bagi Siswa

Berita
  Kamis, 23 September 2021 17:39 WIB

Pemkab Merangin Raih Anugerah APE 2020 dari Kementerian PPPA RI

Inforial
  Kamis, 23 September 2021 15:22 WIB

Di Hadapan Mendikbud Ristek, Al Haris Sampaikan Komitmen Kembangkan Candi Muaro Jambi

Inforial




Berita Bisnis Ragam Zona Inforial Akademia Perspektif Oase Telusur Pustaka Jejak Sosok Ensklopedia Sudut

Profil Sejarah Redaksional Hubungi Kami Pedoman Media Siber Disclaimer

© Copyright 2017. ® www.kajanglako.com All rights reserved.